Kamis, 05 Januari 2012

BNI TIPS (Tabungan Investasi Proteksi Syari'ah) - 2012 - Indonesia sudah menjadi poros baru bagi ekonomi dunia.

TAHUN baru 2012 ini merupakan peluang emas bagi ekonomi Indonesia.

Ya, tahun Naga Api ini merupakan kesempatan Indonesia, untuk menunjukkan performance terbaik di tengah rapuhnya ekonomi dunia.

Angan tersebut rasanya sangat fisibel untuk direalisasikan, mengingat saat ini Indonesia sudah menjadi poros baru bagi ekonomi dunia.

Ya, ekonomi Indonesia mampu tumbuh gemilang di saat ekonomi negara besar seperti Eropa dan Amerika ambruk. Investor pun berbondong-bondong mengalihkan portofolionya ke Indonesia.

Peraih nobel ekonomi Nouriel Roubini pernah melontarkan pemikirannya mengenai perfect storm. Istilah asing itu maksudnya sebagai gambaran ringkihnya masa depan ekonomi dunia. Asumsinya, pada 2013 akan terjadi titik kekacauan krisis ekonomi dunia.

Memang ramalan itu tidak akan terealisasi tahun ini, namun inilah hikmah krisis ekonomi bagi Indonesia. Secara fundamental, Indonesia sudah memiliki pondasi yang kokoh. Selain pertumbuhan ekonomi, inflasi 2011 sangat terkendali.

Kini yang perlu digarisbawahi adalah kinerja bursa efek, nilai tukar, dan ekspor.

Dari sisi bursa efek, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan memang belum menunjukan prestasi yang gemilang. Bahkan di tahun 2011, IHSG justru kompak meringkuk bersama bursa global, dalam menghadapi krisis Eropa. Namun hal respons negatif itu masih dalam batas wajar mengingat isu krisis Eropa menjadi perbincangan hangat pelaku pasar penjuru dunia.

Artinya, bursa efek masih bisa unjuk gigi mengingat faktor fundamental Indonesia sangat baik. Ini merupakan modal yang bisa dijadikan andalan "penjaga" pasar modal untuk bisa menarik investor saham. Bursa Efek Indonesia (BEI) masih relatif aman ketimbang negara lain.

Selanjutnya, nilai tukar rupiah. Nilai tukar di sini bukan hanya sebatas angka di papan perdagangan. Namun, lebih kepada muka kedaulatan Indonesia.

Bank Indonesia (BI) harus menjaganya dengan baik tanpa harus mengorbankan cadangan devisa. Dengan masuknya  aliran modal asing (Hot Money) harus bisa dimanfaatkan sebagai penyangga rupiah dalam jangka panjang. Diperlukan instrumen pamungkas yang bisa mengikat hot money, dan bukan menjadi "rayap", bubble, atau justru pemegang kendali ekonomi.

Rabu, 04 Januari 2012

Pendapatan Defisit, Bisakah Investasi?


KOMPAS.com -
Dalam kondisi apapun setiap insan manusia diwajibkan untuk melakukan investasi dengan tujuan agar kita dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan gaya hidup hari ini serta esok, dan juga agar kita dapat mencapai tujuan keuangan dimasa mendatang. Dengan kata lain investasi adalah wajib bagi mereka yang tidak ingin daya beli menjadi berkurang dikemudian hari.

Permasalahannya adalah:
1. Apakah kita memiliki porsi uang yang cukup untuk melakukan investasi?
2. Bagaimana jika dalam kenyataannya kita tidak memiliki porsi invenstasi?, atau bahkan
3. Kita cenderung mengalami defisit (kekurangan) uang?

Untuk masalah yang pertama solusi yang bijak adalah melakukan efisiensi pengeluaran, lakukanlah dengan target minimal sebesar 10 persen dari pengeluaran. Efisiensi yang dimaksud adalah melakukan penjadwalan ulang pengeluaran yang bersifat kenyamanan. Efisiensi ini dilakukan semaksimal mungkin misalkan dari pemakaian mobil setiap hari dirubah menjadi setiap 2 hari sekali. Perubahan tersebut dialihkan dengan menggunakan sarana transportasi umum masal atau menggunakan motor bahkan menggunakan sepeda untuk bekerja misalnya, mengapa tidak?. Ingat tujuan investasi adalah menunda kenikmatan dan kenyamanan saat ini (bukan meniadakan) namun mendapatkan hasil yang jauh lebih besar dikemudian hari.

Untuk masalah yang kedua jawabannya adalah sama dengan masalah yang pertama namun tentunya masih harus ditambah dengan pengorbanan lebih untuk memotong besarnya pengeluaran agar dapat terpangkas lebih signifikan, pelaksanaannya memang harus dilakukan dengan ekstra ketat, dan tentunya dengan pengorbanan. Misalkan penggunaan mobil ditekan menjadi hanya digunakan saat akhir pekan, selebihnya menggunakan sarana transportasi masal. Pemakaian listrik dihemat secara maksimal, AC rumah (jika ada) hanya digunakan secara terbatas pada jam tertentu, demikian juga dengan pemakaian pompa air dan lain sebagainya.

Pola pikirpun wajib untuk kita ubah dengan ‘hanya’ menganggap bahwa pemasukan kita sebesar 90 persen dari total dana yang diterima setiap bulannya. Target pengeluaran adalah sebesar maksimal 90 persen jadi sisa 10 persen merupakan nilai yang harus kita bayar sebagai apresiasi untuk kepentingan masa depan diri sendiri maupun keluarga tercinta. Marilah kita kembali pada filosofi investasi adalah menikmati keinginan yang maksimal dimasa mendatang.

Permasalahan yang ketiga adalah merupakan yang terberat dari 2 kasus sebelumnya, jawabannya adalah sama seperti pada kasus yang kedua namun juga harus ditambah untuk melihat ada tidaknya aset produktif yang dapat di optimalkan (dilihat dari sisi ekonomis). Dalam hal melihat ada tidaknya aset yang dapat dioptimal secara finansial maka kita harus berpikir secara jernih agar tindakan yang diambil sungguh-sungguh dapat memenuhi kebutuhan kita untuk melakukan investasi. Ingatlah sasaran kita saat ini adalah melakukan investasi.

Selanjutnya setelah anda melakukan evaluasi dan ternyata masih memiliki aset yang dapat ‘diberdayakan secara ekonomi’ maka jangan buang waktu terlalu lama untuk melakukannya, segera bertindak (action). Misalkan anda memiliki rumah dengan lokasi strategis, dekat dengan terminal bus, stasiun kereta atau berdekatan dengan pusat bisnis maka anda dapat melakukan bisnis di sektor riil yakni dengan membuka tempat kost yang terintegrasi dengan warung penjual kebutuhan sehari-hari (semacam mini market misalnya). Dalam hal ini anda mulai melakukan bisnis atau usaha di sektor riil maka kemampuan mengelola atau manajemen bisnis tersebut menjadi kunci utama.

Namun jika tidak memiliki rumah maka apakah anda harus berdiam? Jawabannya adalah tidak!  Anda mungkin masih memiliki mobil atau motor, optimalkanlah. Sewakan aset bergerak anda, dapatkan income darinya hitung biaya perawatan dan segala resikonya secara benar dan akurat. Intinya adalah anda berusaha untuk tidak menambah defisit tetapi menguranginya sehingga defisit terkikis hingga habis.

Pertanyaan selanjutnya darimana uang yang saya pakai untuk modal? Lho kondisi saya defisit, bagaimana mungkin? Ubah pola pikir anda! Anda tidak sendiri banyak orang yang kondisinya jauh lebih buruk dari anda namun tetap berhasil. Gunakan sarana pinjaman dari bank, sebagai contoh jika anda ingin membangun tempat kost dan mini market, jaminkan properti anda, ambil kredit usaha dengan hitungan bunga maksimal sebesar bunga KPR. Langkah ini merupakan leverage atau pengungkit pertumbuhan aset pribadi anda.

Setelah usaha mulai bergulir maka hasil usaha anda gunakan secara optimal, sekali lagi wajib untuk menggunakan secara optimal dengan cara membagi sebagian hasil tersebut untuk melakukan usaha di sector finansial, misalkan anda membeli reksa dana atau mencicil membeli emas. Sampai titik ini anda sudah mulai membangun ‘portfolio investasi’ yakni akumulasi dari investasi anda disektor riil dan finansial. Artinya anda sudah mulai melakukan diversifikasi usaha. Dengan demikian maka faktor resiko gagal usaha anda pun menjadi berkurang dan ini berarti potensi penambahan aset anda pun menjadi bertambah.

Kemudian pembaca yang bijak, bagaimana kita dapat melakukan investasi di sektor finansial secara benar? Nantikan artikel dari kami selanjutnya yang akan membahas mengenai investasi disektor finansial. Demikian pembaca jika kiat tersebut dilakukan dengan benar secara konsisten maka berpotensi untuk menjadi orang yang bertambah kaya dengan cara melakukan kombinasi investasi di sektor riil dan fianansial.

Go BNI TIPS (Tabungan Investasi Proteksi Syari'ah), Office:

I.         Plosokandang – Utara STAIN T.Agung – ”PUTRI NET”
II.       (Jalan Raya T.A – Ngunut) Lorong. PUJAKESUMA - Dsn.Jabalan Ds/Kel.Jabalsari RT.004/RW.002 Kec.Sumbergempol Kab.Tulungagung Prov. Jawa Timur - Indonesia - Kode Pos: 66291
Tlp: (0355) 7150539 Hp: 08 121 555 111 9
website: www.dbstips.com
blog: bnidbstipsinfo.blogspot.com
fb/email: dbstulungagung@ymail.com / bnidbstips@ymail.com
Manajer SEC : Bpk. Afiful Ikhwan, M.Pd.I

Bagaimana Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi/Investasi

KOMPAS.com - Sering sekali kita berhadapan dengan agen penjual asuransi jiwa/investasi, mereka menjelaskan betapa pentingnya memiliki asuransi jiwa/investasi, mereka sangat lancar dalam menjelaskan produk unggulannya dan mereka sangat fasih ketika ditanya mengenai proses asuransi,jiwa/investasi, mulai dari pengisian formulir hingga terbitnya polis asuransi jiwa tersebut, tentunya beserta fasilitas yang melekat didalamnya.

Namun ketika kita bertanya berapa Uang Pertanggungan (UP) yang wajar?, nah dititik ini penjelasan mereka umumnya tidak sebagus penjelasan sebelumnya, umumnya mereka masih bertanya jumlah premi yang mampu disetor calon nasabah pertahun/perbulan. Nah untuk menghindari kondisi tersebut ada baiknya kita bahas beberapa metode yang lazim digunakan oleh seorang perencanaan keuangan dibelahan dunia manapun namun sebelum itu kita sebagai seorang calon pemegang polis asuransi jiwa/investasi, seharusnya sudah memiliki:
  1. Nilai ekonomis yakni suatu nilai dimana hasil pendapatan setahun kita rata-ratakan dalam setiap bulannya, atau bagi seorang pegawai adalah besarnya gaji bersih yang dibawa pulang kerumah. Untuk kepentingan UP fokus kita hanya pada nilai ekonomis bukan cukup atau tidaknya gaji tersebut.
  2. Adanya individu selain kita sendiri yang sangat bergantung dengan nilai ekonomis tersebut, misal istri, suami, anak, kakak, adik atau orang tua yang sudah pensiun.
  3. Sangkutan dana pihak lain di dalam aktifitas bisnis, misal pinjaman personal diluar utang Bank atau lembaga pembiayaan lain yang tidak memiliki asuransi jiwa/investasi. Jadi ketika kita berencana melakukan pinjaman kredit dari Bank atau lembaga pembiayaan maka kita wajib menanyakan apakah sudah ada asuransi jiwa/investasinya?
Jadi sangatlah tidak layak jika kita membeli Asuransi jiwa/investasi, dengan kondisi:
  1. Tidak adanya nilai ekonomis;
  2. Tidak adanya orang lain yang bergantung kepada kita;
  3. Tidak adanya sangkutan pinjaman utang,
Lalu bagaimana cara menghitung UP yang optimal, berikut adalah penjelasan metoda yang paling sering dipakai:
  1. Metoda Human Life Value, metoda ini perhitungan UP mutlak dihitung berdasarkan rata-rata pendapatan setiap bulan yang kita setahunkan serta dikali dengan ekspektasi lamanya dana tersebut menopang hidup hingga ahli waris mampu untuk mendapatkan income sendiri. Metoda ini tidak perlu mempertimbangkan faktor pertumbuhan dana jika UP tersebut disimpan dalam Bank atau lembaga investasi lain.
  2. Metoda Income Based Value, metoda ini perhitungan UP mutlak dihitung berdasarkan rata-rata pendapatan setiap bulan yang kita setahunkan dibagi dengan faktor pertumbuhan dana karena UP tersebut wajib disimpan dalam lembaga investasi selain bank.
  3. Metoda Financial Needs Based Value, metoda ini lebih spesifik untuk memproteksi kebutuhan financial dimasa mendatang misalkan dana pendidikan. Dalam prakteknya untuk menghindari pembayaran premi yang sangat besar maka metoda ini tidak bisa berdiri sendiri namun harus dikombinasikan dengan investasi bulanan secara konstan (annuitas) pada instrument investasi yang memiliki rata-rata pengembalian diatas deposito. Perlu dicatat metoda ini berbeda dengan 2 metoda sebelumnya, ini tidak memproteksi penghasilan melainkan kebutuhan keuangan dimasa mendatang.
Nah untuk lebih jelasnya perhatikan contoh kasus berikut:
Seorang ayah 35 tahun memiliki penghasilan bersih Rp 5 juta setiap bulannya, istri ibu rumah tangga mereka memiliki 1 orang anak usia 9 tahun. Jika sang ayah meninggal maka besarnya UP adalah sebagai berikut:
  1. Human Life Value: Rp 5 juta*12*5 =Rp 300 juta, ini berarti jika diambil sebesar Rp 5 juta setiap bulannya akan bertahan selama 5 tahun (tanpa menghitung bunga atau pertumbuhan dana). 
  2. Income Based Value: (Rp 5 juta*12)/6 persen = Rp 1 miliar. Penjelasan: mengapa dibagi dengan 6 persen? Karena jika UP diterima maka dana tersebut ditempatkan pada instrument investasi pendapatan tetap seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia), Reksa Dana Pendapatan Tetap, bukan pada Deposito. Secara historis memiliki kinerja setahun pada kisaran 6 persen s/d 8 persen. Jadi uang sebesar Rp 1 miliar akan menghasilkan Rp 5 juta setiap bulannya karena Rp 1 miliar*(6 persen/12)=Rp 5 juta.  
  3. Financial Needs Based Value: nah metoda ini untuk memproteksi biaya pendidikan kelak jika sang ayah meninggal. Misalkan biaya pendidikan di universitas sekarang adalah Rp 200 juta maka 9 tahun lagi biaya pendidikan menjadi sekitar Rp 550 juta dengan perkiraan kenaikan 12 persen setiap tahunnya. Jadi UP untuk memproteksi biaya pendidikan adalah sebesar Rp 550 juta atau kalau ingin lebih murah bisa dengan UP Rp 275 juta namun wajib dengan melakukan kombinasi investasi pada reksa dana saham sebanyak Rp 250.000 rupiah setiap bulannya dengan target return sebesar 18 persen minimal pertahun. 

Ø       Menabung di BNI TIPS ini bebas pajak admin bulanan/pajak ATM, berbeda dengan BANK lain yg biaya admin/pajak bulananya Rp.5.000 – Rp.10.000.
Ø       Menabung dengan 2 pilihan; Bulanan 300rb dan Tahunan 5jt, adapun cara menabungnya hanya selama 5th setelah itu tidak perlu menabung lagi
-         300rb X 5th = 18jt menjadi 1,5Milyar Max (Cara Bulanan)
-         5jt X 5th = 25jt Menjadi 2,4Milyar Max (Cara Tahunan)
Ø       Tergantung lamanya meng-investasikan tabunganya, adapun cara menabungnya juga bisa langsung cash bebas bisa diambil kapan saja seperti menabung biasa
Ø       Formulir Pendaftaran di Kantor PT.DBS Tulungagung
Ø       Menabungnya langsung di BANK BNI seluruh dunia bisa, dan via transfer ATM Bersama, Mobile Banking, Internet Banking, Bank lainnya juga bisa, setelah mengisi formulir dan mendaftarkan di kantor PT.DBS TIPS BNI akan diterbitkan (Buku Tabunganya) PT.BNI Life Syari'ah
Ø       Ilustrasinya: Jika anda meng-infokan ini kepada orang lain dan orang tersebut menabung di DBS TIPS BNI Life ini, maka anda (orang yang menginfokan) mendapatkan “GAJI/BONUS” sebagai rasa terima kasih kami yg langsung di transfer ke rekening anda Rp.15.000 per-orang per-1x nabung, ber’arti 5th=60bln per-60X nabung bagi yg ikut program tabungan bulanan. Tinggal mengalikan 15rbX60=900rb dari 1 orang, jika org yg anda infokan pertama tadi menabung dan meng-infokan ke org lain juga, maka “GAJI/BONUS” yang anda dapat berlipat, kalau 150orgX15.000=Rp.2.250.000,- per-bulan anda kami gaji karena meng-infokanya, atau kalau 300org? silahkan hitung sendiri pakai kalkulator yg diberikan oleh BANK BNI & PT.DBS (kami menggunakan system ini agar cepat merata sampai kepada masyarakat yg dinamakan dgn system bagi hasil)
Ø       Infokan ke saudara, teman, tetangga, rekan, guru, orang tua, dll. Menabung Aman, Merencanakan Pasti, Untuk Masa Depan Keluarga, Kita Menabung-Semua Untung-Negara Maju-Rakyat Sejahtera!! Anda menabung uang anda bertambah! Tidak berkurang karena Tidak ada potongan pajak seperti Bank Lain!

Bila BNI TIPS terus berkembang, anggaplah 10% dr penduduk Indonesia atau 20juta sdh berinvestasi di BNI TIPS, maka Indonesia sdh tidak perlu hutang ke negara lain. Karena setiap bulan ada dana 6 Trilyun (300rb X 20juta) untuk di investasikan di dlm negeri. Dan untuk mewujudkan INDONESIA EMAS di tahun 2020

Nabung di Bank umum 300rb setiap bulan selama 20th = 72jt, pajaknya 1bln 10rb, jadi 10rb x 20th = 2,4jt, so 72jt - 2,4jt (pajak selama 20th) = Tabungan selama 20th susah payah setiap bulan nabung sisa Rp.69.600.000,- (blm lg administrasi lainnya) tuk 20th kedepan dapat apa ya uang segitu? padalah tiap tahun INFLASI pasti.

Tapi kalau nabung di BNI DBS TIPS cukup hanya 5th x 300rb = 18jt, di ambil 20th lagi menjadi 200jt (bebas admin n pajak bulanan) kalau di ambil 30th lg jd 720jt, kalau di ambil 40th lg menjadi Rp. 2,664,107,911 Milyar.
wah..bisa tuk naik haji, kuliah anak, buka usaha, biaya nikah anak sulung, warisan, beli mobil, beli rumah. Alhamdulillah siap menghadapi INFLASI Insyaallah.. ^_^
    Demikian pemirsa yang bijak setidaknya kita dapat menghitung secara optimal berapa nilai UP yang wajar sehingga ketika kita meninggal keluarga tercinta tetap dapat melangsungkan kehidupan dengan baik tanpa perlu bergantung pada pihak lain. Selamat membeli asuransi jiwa/investasi.

    Klik: http://dbstips.com

    Sumber:
    http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/11/23/08083382/Bagaimana.Menghitung.Uang.Pertanggungan.Asuransi

    Senin, 19 Desember 2011

    RAIH JUTAAN RUPIAH SETIAP BULAN DARI BNI TIPS

    Jika anda meng-infokan ini kepada orang lain dan org tersebut menabung di DBS TIPS BNI Life ini, maka anda mndapatkan “BONUS” sebagai rasa terimakasih dari kami yg langsung di transfer ke rekening anda
    1. Rp.15.000 per-orang per-1 kali nabung,
    2. Ber’arti 5th = 60bln per-60 kali nabung bagi yg ikut program bulanan.
    3. Tinggal mengalikan 15rb X 60 = 900rb dari 1 orang nasabah, jika org yg anda infokan pertama tadi menabung dan meng-infokan ke org lain juga, maka “BONUS” yg anda dapat berlipat,
    4. Kalau 150org X 15.000, = Rp.2.250.000,- per-bln anda kami gaji karena meng-infokan
    5. Atau kalau 300org? silahkan hitung sendiri yg diberikan oleh BANK BNI & PT.DBS. (kami menggunakan system ini agar cepat merata sampai kepada masyarakat yg dinamakan dgn system bagi hasil)
    MAJUKAN BANGSA DENGAN BER-INVESTASI KEPADA NEGARA, TERJAMIN KEPASTIAN DAN KEAMANANNYA !! MENATA MASA DEPAN KELUARGA MULAI SAAT INI !!

    Karena kita tidak pernah tau, apakah besok kita masih punya waktu dan kesempatan untuk hidup dan meninggalkan keluarga, sedangkan kita adalah tumpuan ekonomi keluarga !!

    AYO MENABUNG !!
    INFOKAN...!!!!!!

    Kok malah Negara Lain..?? Ayo Warga Indonesia mana..??
    http://www.republika.co.id/berita/syariah/keuangan/11/06/24/lnavmh-perbankan-syariah-indonesia-diminati-investor-timur-tengah

    Harus Pintar Milih tabungan investasi dan Hati-Hati, Baca: http://waspada-investasi.bapepam.go.id/

    Photo bersama Pakar Ekonomi Syari’ah (Baju Putih) Dr.H.Syafi’I Antonio, M.Ec with Manajer SEC PT.DBS T.Agung & Manajer SEC Jogja - Usai membahas DBS TIPS BNI Life dan Dinner Bareng


    Ingin lebih paham? hadiri acara rutin di KANPER DBS T.Agung Plosokandang, setiap hari minggu pkl. 09.00 pagi wib dan rabu pkl. 19.00 malam wib. mumpung masih gratis !!!
    http://www.duta4future.com/news.php?act=read&id=263

    Suport By: BNI, BCA, Mandiri, BRI, Muamalat, Bukopin, Telkom, PLN, XL, Flexi.


    Infokan ke sanak saudara, teman, tetangga, rekan, guru, orang tua. Menabung Aman, Merencanakan Pasti, Untuk Masa Depan Keluarga, Kita Menabung-Semua Untung-Negara Juga Maju !! Anda menabung uang anda bertambah! DBS TIPS BNI Life TABUNGAN PALING BERANI !!!

    Info lebih lanjut di:
    I. KANPER DBS Tulungagung; Plosokandang – Utara STAIN T.Agung – PUTRI NET
    II. Gang.PUJAKESUMA Dsn.Jabalan Rt.004/Rw.002
    Ds/Kel.Jabalsari - Kec.Sumbergempol Kab.Tulungagung
    Prov. Jawa Timur - Indonesia
    Kode Pos : 66291

    Tlp: (0355) 7150539 Hp. 08 121 555 111 9 - 0856 555 46264
    website: http://dbstips.com/
    fb/email: dbstulungagung@ymail.com
    fb/email: bnidbstips@ymail.com
    Manajer SEC : Bpk. Afiful Ikhwan,M.Pd.I


    Suport By:

    Pertanyaan BNI DBS TIPS

    Tanya: Bagaimana cara menjadi Peserta Program BLife Syariah Amanah Investa?
    Jawab:
    1. Lakukan registrasi user melalui www.dbstips.com
    2. Login dengan menggunakan Nomor ID DBS anda sebagai userid, dan passwordnya adalah sebagaimana yang anda masukkan pada saat registrasi user.
    3. Lakukan Pembelian Produk dengan memilih icon Pembelian Produk, dan ikuti langkah demi langkah pengisian data anda.
    4. Selanjutnya anda akan mendapatkan pemberitahuan melalui sms/email, juga nomor rekening virtual milik anda.
    5. Lakukan pembayaran ke rekening dimaksud melalui teller cabang Bank BNI (Konvensional atau Syariah), atau melalui ATM BNI, atau ATM Bersama , atau melalui - Internet Banking BNI atau Internet Banking Bank Lain, atau Mellaui sms/mobile Banking
    6. Paling lambat dalam 24 jam Anda akan mendapat pemberitahuan bahwa polis anda sudah aktif.
    Tanya: Apakah Syarat-syarat menjadi Peserta Program BLife Syariah Amanah Investa?
    Jawab:
    1. Sudah menjadi Member DBS
    2. Berusia 6 s.d. 60 tahun
    3. Kondisi kesehatan memenuhi syarat
    4. Membayar Kontribusi
    Tanya: Kapan Polis saya akan aktif?
    Jawab: Polis anda akan aktif jika kondisi anda layak diasuransikan dan Kontribusi sudah dibayar.
    Tanya: Berapakah Kontribusi Asuransi yang harus saya bayar?
    Jawab: Rp. 300,000.- dibayar setiap bulan atau Rp. 5,000,000.- dibayar setiap tahun
    Tanya: Berapa lamakah saya harus membayar Kontribusi Asuransi?
    Jawab: Kontribusi dibayar selama 5 (lima) tahun saja
    Tanya: Berapa besarnya Uang Asuransi / Uang Santunan yang dapat saya pilih?
    Jawab: Besarnya Uang Asuransi yang dapat dipilih tergantung pada pilihan kontribusi dan usia anda
    Tanya: Apakah pengaruhnya jika saya terlambat membayar Kontribusi?
    Jawab: Jika Kontribusi anda 300,000.- per bulan dan terlambat membayar lebih dari 42 hari atau Kontribusi anda 5,000,000.- per tahun dan terlambat membayar lebih dari 60 hari maka anda tidak berhak atas Dana Santunan jika meninggal dunia.
    Tanya: Apakah maksud dari Cooling off Period?
    Jawab: Colling off Period adalah waktu selama 15 hari yang diberikan kepada Peserta untuk melakukan pembatalan kepesertaan.
    Tanya: Kenapa kepesertaan saya ditolak?
    Jawab:
    1. Usia diluar rentang ketentuan
    2. Terlalu kurus atau terlalu gemuk
    3. Kondisi kesehatan tidak memenuhi ketentuan
    4. Sedang hamil tua

      Kurang Paham? Butuh Info? Hubungi Kantor Kami:
      Gang.PUJAKESUMA Dsn.Jabalan Rt.004/Rw.002
      Ds/Kel.Jabalsari - Kec.Sumbergempol Kab.Tulungagung
      Prov. Jawa Timur - Indonesia
      Kode Pos : 66291

      No. Tlp : 0355 7150539
      HP: 0856 555 46264 / 08 121 555 111 9
      email: bnidbstips@ymail.com / dbstulungagung@ymail.com

    TENTANG ASURANSI/INVESTASI BNI TIPS

    Dikejar-kejar Agen Asuransi, Inilah 9 Tips Cara Menolaknya
    Pernahkah Anda didatangi oleh agen asuransi?Atau saat ini malah dikejar-kejar Agen Asuransi.Apa yang ada di benak Anda saat itu? Apakah menurut Anda asuransi ada manfaatnya? Apa persepsi Anda tentang asuransi?.Cukup banyak tanggapan yang muncul, ada yang berkonotasi negatif tetapi ada juga yang positif.
    Memang benar dan saya yakin Anda telah mengatakan hal sebenarnya, Anda sering dikejar oleh agen-agen asuransi, tapi disaat yang sama apakah bapak bapak sadar kalo kematian juga sedang mengejar Anda?, begitu kematian mendapatkan anda tidak akan ada lagi agen yang akan mengejar Anda, kan lebih baik saya (Agen Asuransi) yang mendapatkan bapak terlebih dahulu sebelum kematian yang mendapatkan Anda“
    Namun Bagi Anda yang ingin Menolak Asuransi berikut ada Tips Jitu Cara Menolak Asuransi :
    Giant
    1) Saya tidak punya uang untuk beli asuransi
    Orang yang tidak mampu membeli asuransi sebenarnya justru orang yang lebih membutuhkan asuransi dibandingkan dengan orang yang mampu membelinya.
    Jika anda tidak dapat membayar semua tagihan saat anda sehat dan dapat bekerja, bagaimana mungkin anda akan dapat membayarnya saat anda sakit dan tidak memiliki penghasilan? Asuransi adalah rekening AJAIB yang akan dapat mengurus pembayaran semua tagihan-tagihan lainnya jika anda menderita sakit kritis, cacat tetap, atau meninggal dunia.
    Asuransi harus menjadi prioritas pertama, setelah kebutuhan pokok terpenuhi, untuk dibayarkan didalam rencana pengeluaran bulanan anda.

    NABUNG 25 TAHUN BISA KAYA ?

    Ok, bagi mereka yang membaca tulisan ini tentu paling sedikit pernah menyimpan uangnya di bank, baik berupa tabungan, deposito dan lain sebagainya. Bank yang "menyimpan" duit atau "investasi" anda ini diwajibkan oleh hukum untuk menyertakan bunga bagi investasi yang anda "simpan" di bank tersebut. Pendapat atau definisi orang tentang bunga agak berbeda-beda walaupun pada dasarnya, ya, berputar-putar di situ juga definisinya. Ada yang melihat bunga sebagai biaya sewa oleh bank untuk "pemakaian" uang anda selama di bank tersebut. Ada juga yang melihat bunga adalah "ganti rugi" sebagai akibat berkurangnya daya beli uang tersebut di masa mendatang pada saat anda mengambil uang tersebut. Karena kita mengetahui bahwa Rp. 100.000,- yang ada punya hari ini belum tentu dapat membeli sebuah barang yang sama di kemudian hari, karena adanya kecenderungan penurunan nilai mata uang akibat inflasi. Mangkannya itu daripada di simpan di bawah bantal atau dibalik BH atau kutang (ibu-ibu jaman baheula biasanya menyimpan duit mereka di kutang, ntah sekarang ya!), tak ada salahnya kalau uang tersebut diinvestasikan atau minimal di simpan di bank.

    MACAM-MACAM BUNGA
    Terdapat 3 macam bunga yang saya ketahui yaitu Bunga Sederhana (Simple Interest), Bunga diskon (Discount Interest), dan juga Bunga Majemuk (Compound Interest), namun yang akan saya paparkan di sini hanya dua saja yaitu yang Simple Interest dan yang Compound Interest dengan pendalaman atau fokus pada Compound Interest karena bunga majemuk ini yang paling sering dijumpai terutama kalau kita menitipkan duit kita di bank. Ok kita langsung mulai aja, yuk!
    Bunga Sederhana (Simple Interest)
    Bunga sederhana ini adalah bunga dengan kalkulasi satu kali saja. Bunga ini biasanya di bayar diakhir periode perjanjian atau kontrak. Bunga yang dibayarpun juga sesuai dengan tingkat bunga yang sesuai dengan perjanjian atau kontrak. Perhitungan bunga ini sangat sederhana, anak SD kelas 6 pun mungkin juga bisa menghitungnya. Rumus yang dipakai adalah:
    rumus
    di mana I adalah jumlah bunga yang dibayarkan, P adalah pokok simpanan kita, r adalah tingkat bunga menurut kontrak/perjanjian, sedangkan t adalah lamanya waktu simpanan kita.
    Kebanyakan investasi pada saat ini tidak lagi menggunakan sistem penghitungan bunga sederhana seperti ini. Hanya beberapa tipe obligasi saja yang masih menggunakan penghitungan bunga seperti ini.
    Contoh dari bunga seperti ini adalah misalnya sebuah obligasi dengan bunga % yang mempunyai harga face value $1000 dan bunga dibayarkan setiap tahun atau sebesar $125 per tahun. Setelah lima tahun total bunga yang dibayarkan adalah:
    I = 1000 X 0,125 X 5 = $625
    Mudah sekali bukan?